
Standard Chartered Bank Group
Jenis Bank : Bank Asing
Jumlah Cabang : 26 Kantor Cabang di Indonesia
Status Bank : Devisa
Jenis Perusahaan : Publik
Berdiri tahun : 1968 (di Indonesia)
Rating External : AA- (S&P)
Hingga Juni 2011 Standard Chartered Bank (SCB) Grup menunjukkan kinerja yang cukup baik yang terlihat dari peningkatan aset bank, peningkatan pendapatan, penurunan loan impairement dan peningkatan laba sebelum pajak. Aset Standard Chartered Bank Grup mengalami peningkatan 18.07% dan terdiversifikasi dengan komposisi yang cukup baik. dimana Consumer Banking (CB) dan Wholesale Banking (WB) mendominasi portofolio. Kondisi yang cukup baik ini juga terlihat dari Loan to Value (LTV) untuk portofolio pinjaman rumah (mortgage) yang sebesar 49% dan aset WB yang sebagian besar (67%) merupakan pinjaman dengan maturity < 1 tahun. Pertumbuhan pendapatan yang dialami oleh bank terdiversifikasi dengan baik secara produk maupun geografis. Pendapatan dari Consumer Banking (CB) meningkat 15% yang terutama berasal dari jenis Wealth Management & Deposit. dan Wholesale Banking (WB) meningkat 8% yang terutama berasal dari Transaction Banking & Financial Market. Berdasarkan geografisnya semua wilayah menunjukkan peningkatan pendapatan, kecuali India yang disebabkan karena peningkatan suku bunga yang dilakukan cabang India terkait peningkatan inflasi, tingkat kompetisi yang tinggi dan perubahan regulasi. Kinerja yang baik juga tercermin dari kenaikan peringkat yang diberikan S&P kepada bank dari A+ menjadi AA- di Desember 2011 menyusul kuatnya neraca, pelaksanaan manajemen risiko dan posisi pasar bank itu di negara-negara berkembang (asia, afrika dan timur tengah). Kenaikan peringkat ini dinilai cukup baik mengingat secara umum S&P menempatkan penurunan peringkat untuk bank-bank zona eropa (euro). Ditahun ini SCB juga telah menerima kenaikan peringkat yaitu dari Fitch (A+ menjadi AA-) dan Moody’s (A2menjadi A1).
Standard Chartered Bank - Cabang Indonesia
Total Aset, Pembiyaan dan Kualitas Aset (Asset Quality)
Jumlah aset bank di September 2011 mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan September 2010. Penurunan aset antara lain berasal dari penurunan nilai wajar melalui lap.laba/rugi untuk pinjaman terkait peningkatan NPL gross bank. Berdasarkan komposisinya, aset bank didominasi oleh Pinjaman yang diberikan & Piutang, Surat Berharga (Securities) dan Penempatan pada Bank lain (Interbank Placement). Pembiayaan bank sebagian besar masih didominasi oleh pembiayaan pada sektor korporasi yaitu sekitar 60-70% dan sisanya berada pada sektor konsumer & mikro. Kualitas pembiayaan bank menunjukkan penurunan dimana NPL gross bank mengalami peningkatan dan berada diatas rata-rata industri. Walaupun demikian, peningkatan CKPN-Kredit sebesar 27.12% membuat NPL nett bank dapat diturunkan menjadi 0.64%.
Total Dana Pihak Ketiga
Walaupun mengalami peningkatan, namun berdasarkan komposisinya DPK bank cenderung menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya. Komposisi CASA bank mengalami penurunan menjadi 48.06% sedangkan Simpanan Berjangka (Deposito) komposisinya meningkat menjadi 51.94%. Kondisi ini pada akhirnya akan cenderung meningkatkan cost of fund bank.
Profitabilitas (Earnings)
Laba bersih bank di September 2011 mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 364.96% menjadi Rp 287.21 miliar. Peningkatan tersebut terutama berasal dari peningkatan pendapatan bunga bersih, Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised) dan pendapatan lainnya. Penurunan Transfer laba (rugi) ke kantor pusat yang cenderung tidak mengalami peningkatan juga berkontribusi pada kenaikan laba bersih. Kondisi tersebut mengakibatkan indikator profitabilitas seperti ROA, ROE & BOPO mengalami perbaikan. Bahkan BOPO bank lebih baik dibandingkan industri. Sementara itu, walaupun secara komposisi DPK bank didominasi oleh dana mahal, namun diversifikasi bank yang telah mulai masuk ke sektor mikro dan penurunan BI rate mampu menurunkan beban bunga bank yang pada akhirnya meningkatkan NIM bank.
Likuiditas (Liquidity)
Peningkatan DPK bank yang cenderung lebih besar dibandingkan dengan pembiayaan yang diberikan membuat LDR bank turun menjadi 92.85% dan bahkan lebih baik dibandingkan dengan rata-rata industri. Selain itu, Posisi Penempatan pada bank lain lebih besar dibandingkan dengan posisi Kewajiban pada bank lain dengan Net Placement sebesar Rp 2 triliun. Kedua kondisi tersebut menunjukkan bahwa kondisi likuiditas bank cenderung membaik.
Kesimpulan
Hingga Juni 2011, SCB group secara umum menunjukkan kinerja yang cukup baik yang terlihat dari peningkatan aset bank, peningkatan pendapatan, penurunan loan impairement dan peningkatan laba sebelum pajak. Kinerja yang baik juga tercermin dari kenaikan peringkat Fitch S&P yang diberikan ke bank dari A+ menjadi AA- di Desember 2011. Ditahun ini SCB Group juga telah menerima kenaikan peringkat dari Fitch (menjadi AA-) dan Moody’s (menjadi A1). Di September 2011, SCB cabang indonesia juga menunjukkan kinerja yang cukup baik tercermin dari indikator profitabilitas dan likuiditas yang dicapai oleh bank
No comments:
Post a Comment