Monday, December 19, 2011

Bank Tabungan Negara Review




Jenis Bank : Bank Pemerintah
Status Bank : Devisa
Jenis Perusahaan : Publik
Berdiri tahun : 1897
Rating External : AA (Fitch Rating)

1. Total Aset
Peningkatan aset bank terutama berasal dari peningkatan Kredit yang diberikan sebesar 20.24% menjadi Rp 59.31 triliun, Reverse repo/Tagihan atas surat berharga yg dibeli dengan janji dijual kembali sebesar 20.19% menjadi Rp 4.57 triliun dan Penempatan pada Bank Indonesia yang meningkat 70.25% menjadi Rp 5.93 triliun terkait ketentuan LDR dari Bank Indonesia

2. Total Pembiayaan
Peningkatan Kredit didorong oleh kredit perumahan yang tumbuh 16.90% menjadi Rp 52.70 triliun sedangkan kredit non-perumahan meningkat 55.4% menjadi Rp 6.59 triliun. Peningkatan kredit non perumahan dilakukan dengan tujuan untuk melakukan diversifikasi ke kredit yang memiliki jangka waktu yang lebih pendek dengan bunga yang lebih tinggi dan menjaga kondisi likuiditasnya. NPL gross mengalami penurunan 0.03% menjadi 4.18% walaupun secara umum masih berada diatas rata-rata industri yang sebesar 3.18%. Peningkatan CKPN membuat NPL net dapat diturunkan menjadi 3.46%.

3. Total Dana Pihak Ketiga
Posisi CASA mencapai Rp 18.93 triliun dengan komposisi sebesar 37.62% terhadap total DPK bank. Peningkatan komposisi CASA ini merupakan dampak dari keberhasilan sejumlah program promosi seperti tabungan batara, banjir emas dan program-program promosi dengan rekanan (misal kantor pos). Walaupun demikian, secara umum komposisi DPK bank masih didominasi oleh dana mahal dengan komposisi sebesar 62.38%.

4. Profitabilitas
Peningkatan laba bersih bank terutama berasal dari peningkatan Pendapatan Bunga sebesar 15.73% menjadi Rp 5.63 triliun dan Pendapatan Operasional Lainnya sebesar 29.61% menjadi Rp 782 miliar. Peningkatan Pendapatan Bunga terutama berasal dari peningkatan pendapatan bunga dari kredit yang meningkat 14.05% menjadi Rp 4.86 triliun sedangkan Peningkatan Pendapatan Operasional Lainnya terutama berasal dari peningkatan Pendapatan Fee & Komisi sebesar 35.14% menjadi Rp 279 miliar dan Reversal on Provision sebesar 71.47% menjadi Rp 460 miliar. BOPO bank mengalami peningkatan 2.02% menjadi 85.05% , lebih baik dibandingkan rata-rata industri yang sebesar 96.58% NIM bank menurun 0.51% menjadi 5.49% dari sebelumnya 6%. Penurunan NIM tersebut disebabkan karena komposisi dana bank yang masih didominasi oleh dana mahal (deposito) yang menyebabkan cost of fund bank masih cukup tinggi dan penurunan rata-rata dari kredit perumahan. Sementara itu ROA & ROE bank juga berada pada kondisi yang baik walaupun mengalami penurunan.

5. Likuiditas (Liquidity)
Kenaikan DPK yang lebih besar dibandingkan dengan kredit yang diberikan membuat rasio Loan to Deposit bank mengalami penurunan 2.36% menjadi 112.27%. Rasio tersebut berada diatas rata-rata industri yang sebesar 83.18%. Walaupun demikian, Loan to Funding bank berada dalam kondisi yang baik yaitu menurun 1.82% menjadi 89.86%. Sekuritisas aset juga dapat menjadi salah satu sumber pendanaan bank untuk menunjang likuiditas dan pertumbuhan bank. Selain itu, posisi Penempatan pada bank lain yang cenderung lebih besar dibandingkan Kewajiban pada bank menunjukkan juga bahwa hingga September 2011 likuiditas bank dalam kondisi yang cukup baik.

6. Modal (Capital)
CAR bank adalah sebesar 15.44%, menurun 1.78% dari sebelumnya 17.22% terkait dengan peningkatan pembiayaan bank. CAR bank tersebut berada diatas ketentuan minimum BI (8%) dan berada sedikit dibawah rata-rata industri yang sebesar 15.60%.

Kesimpulan
Kinerja keuangan BTN hingga kuartal III-2011 tergolong baik, terlihat dari rasio ROA, ROE, CAR serta BOPO yang cukup, likuiditas yang terjaga dan posisi bisnis terutama kredit perumahan yang sangat kuat di industri Indonesia.

No comments:

Post a Comment